Setup Roti - Abbasy Bertanya Kenapa Roti Bisa Jadi Kuah


Hari keempat Ramadhan biasanya jadi titik balik.
Perut sudah mulai kompromi.
Pikiran sudah mulai berani minta variasi.

Sore itu aku baru saja selesai mencuci beras ketika Abbasy duduk di lantai dapur, memperhatikan aku membuka plastik roti tawar.

“Bun,” katanya,
“Itu buat sarapan besok ya?”

Aku menggeleng.
“Itu buat buka puasa.”

Dia terdiam.

“Roti… buka puasa?”

Nada suaranya seperti sedang memproses pengkhianatan kecil.


Setup Roti dan Kebingungan Anak Kecil

Jaya yang mendengar dari ruang tamu ikut nimbrung,
“Setup roti itu enak.”

Abbasy menoleh cepat.
“Roti kok direbus?”

Pertanyaan yang valid.
Aku juga dulu bingung pertama kali dengar.

“Ini roti spesial Ramadhan,” jelasku.

“Oh…”
Dia berpikir.
“Berarti rotinya puasa juga?”

Aku mengangguk pelan.
Penjelasan itu cukup aman.


Kenapa Setup Roti Selalu Dicari Saat Ramadhan

Setup roti adalah salah satu menu takjil yang selalu naik pencariannya setiap Ramadhan, meskipun jarang dimasak di luar bulan ini.

Manis.
Hangat.
Mengenyangkan.

Dan punya satu kelebihan besar:
bisa bikin roti tawar yang hampir kedaluwarsa jadi berguna lagi.

Sebagai ibu rumah tangga, itu sudah prestasi.


Resep Setup Roti Ramadhan ala Desi

Aku tulis resepnya rapi, karena ini termasuk takjil Ramadhan klasik yang sering dicari.

Bahan:

  • 6 lembar roti tawar, potong dadu

  • 500 ml santan

  • 150 gram gula pasir atau gula aren

  • 2 lembar daun pandan

  • Sejumput garam

  • Air secukupnya

Bahan sederhana.
Tidak ada yang aneh.
Karena setup roti itu makanan penuh kompromi.


Cara Membuat Setup Roti (Tanpa Drama)

Aku rebus santan, gula, daun pandan, dan garam.
Api kecil.
Aduk pelan.

Begitu harum, roti masuk terakhir.
Tidak perlu lama.
Kalau terlalu lama, dia hancur dan menyerah pada hidup.

Abbasy mengamati panci dengan ekspresi serius.

“Bun,” katanya,
“Roti ini tenggelam ya.”

“Iya.”

“Oh…”
“Berarti dia jadi kapal selam.”

Aku tidak membantah.
Aku sudah terlalu capek untuk debat logika.


Detik-Detik Menjelang Buka Puasa Hari Keempat

Setup roti matang.
Kompor mati.

Jam menunjukkan lima lewat empat puluh.

Jaya mulai mondar-mandir kecil.
Abbasy duduk sambil menghitung potongan roti di panci.

“Kalau aku hitung, nanti boleh nambah?”
“Kita lihat.”

Puasa memang melatih diplomasi.


Buka Puasa Hari Keempat: Manis dan Mengenyangkan

Azan terdengar.

Setup roti disajikan hangat.

Abbasy suap pertama.
Diam.

Aku menunggu reaksi.

“Ini kayak roti mandi,” katanya akhirnya.

Aku mengangguk.
Deskripsi itu tepat.

Jaya menghabiskan satu mangkuk tanpa komentar panjang.
Itu tanda puas.


Catatan Kecil dari Dapur Hari Keempat

Hari ini aku belajar bahwa:

  • Setup roti tidak seaneh namanya

  • Roti tawar bisa berubah nasib di bulan Ramadhan

  • Anak kecil lebih mudah menerima makanan aneh kalau dijelaskan pelan

Dan yang paling penting:
tidak semua yang direbus harus ditakuti.


Penutup

Hari keempat Ramadhan kami lalui tanpa ribut.
Setup roti habis.
Roti tawar selamat dari tempat sampah.

Besok mungkin kolak lagi.
Atau sesuatu yang digoreng.

Kalau kamu juga tim setup roti saat buka puasa, tulis di kolom komentar ya.
Aku penasaran, kamu suka yang kuahnya banyak atau secukupnya?



Komentar