Tahu Goreng - Hari Ketika Suami Bilang “Kita Harus Hidup Lebih Hemat”

 


Kalimat itu keluar dari mulut Mas Jaya dengan nada yang sangat serius.

“Kita harus hidup lebih hemat.”

Aku sedang menyapu lantai.
Abbasy sedang menyusun mainan.
Dan kata hemat itu jatuh ke rumah kami seperti pengumuman darurat.

Aku berhenti menyapu.

“Hemat kenapa?” tanyaku.

Mas Jaya membuka ponsel, memperlihatkan grafik yang aku tidak mengerti tapi kelihatannya penting.
“Harga ini naik. Harga itu naik. Semua naik.”

Aku mengangguk pelan.
Sebagai ibu rumah tangga, aku tidak butuh grafik untuk tahu itu.


Saat Kata “Hemat” Sampai ke Anak Kecil

Abbasy menoleh.

“Hemat itu apa, Bun?”

Aku berpikir cepat.
“Hemat itu… makan yang sederhana.”

“Oh.”
Dia mengangguk.
“Berarti nggak pakai mainan ya?”

Aku menoleh ke Mas Jaya.
Mas Jaya pura-pura sibuk.

Baik.
Hari ini kita belajar bahwa hemat selalu punya korban samping.


Kulkas: Tempat Realita Menyapa

Aku ke dapur.
Buka kulkas.

Isinya tidak banyak.
Tidak sedikit juga.
Tapi isinya jujur.

Ada tahu.
Banyak tahu.

Aku menutup kulkas dengan tenang.
Keputusan hari ini sudah jelas.

Tahu goreng.


Tahu Goreng dan Reputasinya yang Sering Diremehkan

Tahu goreng sering dianggap makanan darurat.
Padahal dia itu pahlawan.

Murah.
Cepat.
Tidak banyak protes.

Dan yang paling penting:
tidak pernah bilang “kok cuma tahu?”
Itu biasanya manusianya.

Aku bilang ke ruang tamu,
“Hari ini makan tahu goreng ya.”

Mas Jaya mengangguk.
“Ya, hemat.”

Abbasy bersorak kecil.
“Aku suka tahu!”

Aku terkejut.

“Sejak kapan?”
“Sejak sekarang.”

Baik.


Resep Tahu Goreng ala Rumah yang Sedang Berhemat

Aku tulis di sini, karena resep ini sering diremehkan padahal sangat berjasa.

Bahan:

  • Tahu putih secukupnya

  • Bawang putih

  • Garam

  • Air

  • Minyak untuk menggoreng

Selesai.

Tidak ada bahan viral.
Tidak ada bumbu rahasia.
Karena hemat itu juga soal kejujuran.


Proses Menggoreng Sambil Diskusi Ekonomi Rumah Tangga

Tahu aku potong.
Aku rendam sebentar dengan bawang putih dan garam.

Minyak aku panaskan.

Sementara itu, Mas Jaya masih bicara soal pengeluaran.

“Kita harus kurangi jajan,” katanya.

Abbasy langsung angkat tangan.
“Kalau jajan es krim?”

Mas Jaya berpikir.
“Itu… nanti kita lihat.”

Aku goreng tahu satu per satu.
Bunyi minyak lebih menenangkan daripada diskusi keuangan.


Makan Siang yang Sangat Sederhana Tapi Aman

Kami duduk.

Nasi.
Tahu goreng.
Sambal sedikit.

Abbasy makan lahap.
Tidak ada komentar aneh.

Mas Jaya makan sambil mengangguk pelan.

“Ini enak,” katanya.
“Hemat juga.”

Aku tersenyum kecil.
Karena jarang sekali kata enak dan hemat muncul di kalimat yang sama.


Catatan Absurd dari Hari Ini

Hari ini aku belajar bahwa:

  • Hidup hemat tidak selalu menyedihkan

  • Tahu goreng lebih kuat dari inflasi

  • Anak kecil lebih fleksibel daripada orang dewasa soal makanan

Dan yang paling penting:
hemat itu bukan soal tidak makan enak,
tapi soal tidak ribut setelah makan.


Penutup

Hari ini tidak ada masakan mewah.
Tidak ada lauk mahal.
Tidak ada foto yang bikin iri.

Tapi rumah aman.
Perut kenyang.
Dan tahu goreng habis.

Kalau kamu juga sedang mencoba hidup lebih hemat tapi tetap ingin makan enak, tulis di kolom komentar ya.
Aku yakin, tahu goreng bukan satu-satunya pahlawan di dapurmu.

Komentar